Genre: Mystery Thriller
Pemain: Daniel Craig, Rachel Weisz, Naomi Watts
Sutradara: Jim Sheridan
Produksi: Universal
Rumah bisa diartikan sebagai tempat paling aman dan nyaman bagi suatu keluarga. Di dalamnya, kebahagiaan tercipta dan terlindungi. Itulah yang ada di benak Will (Daniel Craig) dan Libby (Rachel Weisz) ketika pindah dari New York ke sebuah rumah sederhana yang tampak damai di Connecticut. Keduanya, terutama Will, bermaksud lebih fokus pada keluarga dan membesarkan putri-putri mereka yang masih kecil di lingkungan yang lebih baik.
Awalnya, semua berjalan dengan baik-baik saja; mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia dan harmonis. Kemudian, satu per satu peristiwa aneh terjadi bahkan mengancam keluarga itu. Anehnya, para polisi dan orang-orang di kota itu bersikap tidak peduli dan enggan membantu Will, termasuk seorang wanita tetangga bernama Ann (Naomi Watts).
Ternyata, ada peristiwa mengerikan yang pernah terjadi di rumah itu. Lima tahun yang lalu seorang pria bernama Peter Ward menjadi satu-satunya tersangka sebuah pembunuhan sadis terhadap istri dan kedua anaknya yang masih kecil. Pria itu dimasukkan ke rumah sakit jiwa karena depresi berat, tapi sudah dibebaskan dari tuduhan pembunuhan itu karena tidak cukup bukti.
Ternyata, Peter Ward tidak lain adalah dirinya sendiri. Syok berat yang dialaminya setelah pembunuhan sadis itu membuat Will tidak dapat menerima kenyataan bahwa istri dan kedua putrinya telah tewas. Ia mengarang sendiri namanya menjadi Will Atenton dan mengkhayalkan istri dan kedua putrinya masih hidup.
Peter (atau Will) terombang-ambing antara dunia nyata dan dunia khayal dalam benaknya sendiri. Ia pun kembali terhanyut kesedihan dan rasa marah terhadap apa yang menimpa keluarganya dan karena tidak bisa mengingat sama sekali apa yang terjadi pada hari naas itu.
Dengan dibantu Libby dalam khayalannya dan tetangganya, Ann, Peter mengingat kembali apa yang terjadi saat itu. Ternyata, dulu keluarga Peter benar-benar keluarga yang bahagia dan harmonis. Masalahnya, ada seorang pembunuh bayaran yang salah menghabisi targetnya. Seharusnya yang dibunuh adalah Ann, atas suruhan mantan suaminya. Si pembunuh menembak istri Peter dan dua anaknya yang masih kecil hingga tewas di tempat.
Cerita berlanjut ke aksi mantan suami Ann yang bermaksud membunuh mereka berdua dan membakar rumah itu sampai habis. Untungnya, Peter segera sadar dan berhasil menyelamatkan dirinya dan Ann setelah melalui baku hantam dengan pria itu.
Kemudian, Peter melakukan perpisahan dengan rumah itu dan keluarganya. Rumah itu pun hancur bersama dengan musnahnya keluarga khayalan Peter. Dan, di akhir cerita, Peter sudah menyelesaikan novelnya yang berjudul “Dream House” dan melanjutkan hidup seperti orang biasa.
Walaupun menuai beberapa kritik tajam, film ini tetap dapat dinikmati dan menyisakan perasaan tertentu setelah menontonnya. Ada rasa keterkejutan karena alur cerita yang tak disangka dan terungkapnya sebuah fakta yang sangat disesalkan. Sebuah keluarga yang bahagia harus berakhir tragis karena suatu kesalahan bodoh yang bersumber dari ketidakbahagiaan sebuah keluarga lain.
Betapa rumah atau keluarga dapat menjadi kuat untuk melindungi, namun dapat pula menjadi rentan terhadap sesuatu dari luar yang tak dapat disangka-sangka. Mungkin ada yang mengatakan itu nasib buruk atau takdir. Tapi, sepahit apa pun peristiwa yang pernah dialami seseorang, bukan berarti hidup ini tidak menyisakan apa pun untuk disyukuri. Peter Ward berhasil lolos dari dua peristiwa pembunuhan, dan itu pasti berarti sesuatu. (FRU)
Redaksi: redaksi[at]esensi.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: ads[at]esensi.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: ads[at]esensi.co.id
Comments
Ini film tentang org2 sial. gmn ngga sial, seorang ibu & 2 anak yg masih kecil terbunuh mengenaskan, si jadi org stress, ckc ck, semoga ga kejadian di dunia nyata
0 kasihan — reva 2012-08-06 13:41 #
RSS