Prita Hapsari, Cerdaskan Wanita Kelola Uang
Written by Administrator  
Wednesday, 27 June 2012 16:55
Share

Sejak kecil ia sudah akrab dengan dunia keuangan dan ekonomi. Memiliki ayah yang juga seorang financial planner, benar-benar membuatnya mengenal profesi tersebut dengan baik. Sampai akhirnya benar-benar jatuh cinta, dan memilihnya sebagai jalan hidup .

Prita Hapsari Ghozie, berkeinginan membantu hidup banyak orang agar menjadi lebih baik, dengan pengelolaan uang yang benar.

Q : Bagaimana awalnya bisa terjun di dunia financial planner (jasa konsultasi keuangan) ?
A : Saya lulus S2 di bidang financial planning. Ayah saya juga kebetulan bergerak di bidang yang sama. Jadi meski awalnya kurang paham tentang subjek ini, saya manut saja.

Maklum profesi perencana keuangan pada waktu itu, sekitar tahun 2002, hampir belum ada di Indonesia.  Namun waktu itu saya sudah menyadari ilmu yang saya dapatkan sangat bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Q : Memiliki orang tua yang berkecimpung di dunia keuangan, apa sejak kecil sudah terbiasa mengatur uang sendiri ?
A : Sejak masih di SD, saya adalah orang yang gemar menabung. Kebiasaan ini terus dilanjutkan hingga SMA, dimana saya termasuk investor gelombang pertama saat investasi di reksadana mulai diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1996. Dari situ saya memiliki pengalaman bahwa menabung itu harus, tapi tidak cukup.

Q : Apa alasan itu pula yang melatarbelakangi berdirinya Zap Finance?
A : Sepanjang hidup, saya telah mengalami dua kali periode krisis ekonomi, yaitu tahun 1998 dan 2008. Saya melihat dengan jelas bahwa keluarga yang dapat bertahan dan tetap hidup nyaman bukanlah mereka yang pernah punya penghasilan tinggi, melainkan mereka yang berhasil mengalokasikan penghasilannya dengan investasi.

Untuk itu misi ZAP Finance sangat jelas yaitu meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia. Prakteknya diterapkan melalui program jasa financial planning untuk perorangan, pelatihan dan juga seminar untuk kelompok umum.

Selain meningkatkan literasi keuangan masyarakat,  ZAP juga punya misi untuk mencerdaskan perempuan Indonesia dalam bidang keuangan.  Sebab dari survei membuktikan bahwa minimal 70% uang rumah tangga, dipegang oleh perempuan.

Jadi, wajar kan kalau kami sangat fokus pada pemberdayaan perempuan. Itu sebabnya juga saya langsung menulis buku tentang perempuan dan keuangan yang berjudul Menjadi Cantik, Gaya, & Tetap Kaya yang telah lima kali cetak ulang sejak peluncuran di April 2010.

Q : Lalu, selama menjalani profesi ini adakah kesan positif dan negatif yang bisa dibagi ?
A : Positifnya tentu saja banyak. Saya yakin semua orang setuju bahwa semua profesi yang halal itu pasti akan membawa kebaikan dan manfaat bagi semua orang. Sama halnya dengan profesi financial planner.

Saya bisa mengamalkan ilmu mengelola keuangan yang saya miliki, membantu hidup banyak masyarakat secara langsung (jadi klien) maupun tidak langsung (melalui acara seminar, artikel, dan buku), dan mendapatkan penghasilan atas itu semua.

Q : Saat ini kelihatannya profesi ini memang sedang naik daun ya, bagaimana tanggapannya (sehubungan dengan banyaknya workshop dan seminar-seminar atau finclinic) ?
A : Bagus sekali! Karena saya percaya semua financial planner punya misi yang sama yaitu membantu lebih tercapainya hidup yang lebih indah bagi banyak rumah tangga di Indonesia melalui pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Q : Dengan jadwal yang padat bagaimana mengatur waktu antara keluarga dan pekerjaan?

A : Pengorbanan terbesar saya tentu saja melepaskan waktu dengan keluarga untuk bekerja. ZAP Finance ini masih bayi, sangat butuh sentuhan langsung dari pemilik. Berhubung saya yang ditunjuk oleh keluarga sebagai manajemen, maka saya harus dapat membagi waktu dengan cermat untuk anak, suami, dan bisnis ini.

Saat memulai usaha, anak kedua saya masih berusia di bawah 1 tahun. Saya memilih untuk melakukan jenis pekerjaan yang belum terlalu menuntut aktivitas fisik seperti menulis dan menjadi kontributor. Anak-anak saya Alhamdulillah mendapat kesempatan memperoleh ASI Eksklusif.

Bahkan yang kedua, berkesempatan mendapat ASI hingga 24 bulan. Tentu saja usaha ini hanya bisa dicapai dengan izin Allah SWT, usaha dari saya dan dukungan penuh dari suami serta keluarga. Jadi, kalau dibilang berkorban itu bukan hanya saya, tapi juga suami, anak-anak, dan keluarga.

Buat saya, alarm kalau saya sedang tidak dapat membagi waktu dengan baik adalah protes dari suami dan anak-anak. Kadang kala, kita mungkin ada di rumah (tapi tetap berkutat di depan laptop), maka quality time dengan keluarga tidak tercapai.

Q : Siapakah yang menginspirasi Prita dalam hidup?
A : Inspirasi untuk menjadi seorang financial planner tentu saja datang dari ayah saya yang seorang ahli keuangan dan praktisi pasar modal. Dari ayah saya lah, saya tahu bahwa ada profesi financial planner, dan dia juga yang memaksa saya untuk sekolah S2 di bidang financial planner di Australia pada tahun 2002, saat semua orang di Indonesia belum banyak yang paham dan tahu akan profesi dan kebutuhan ini.

Kalau figur ibu & isteri yang saya kagumi adalah Ibu saya, Roswita. Ibu saya dulunya adalah wanita pekerja, namun berani untuk jadi full house wife setelah punya anak. Meski demikian, pemikirannya sangat luas dan terbukti anak-anaknya bisa berkarya di bidang masing-masing. Sedangkan figur wanita inspiratif yang saya kagumi adalah Sri Mulyani Indrawati yang kebetulan adalah dosen saya selama 3 semester di FEUI.

Q : Apakah Prita punya tips-tips untuk anak muda khususnya wanita muda yang ingin terjun ke dunia jasa konsultasi keungan?
A : • Menjadi seorang financial planner butuh modal keahlian, karena yang dijual adalah jasa bukan produk keuangan. Keahlian ini wajib dicapai melalui proses edukasi yaitu kuliah dan terus menambah pengetahuan melalui seminar.

• Harus jadi orang yang sangat suka belajar. Untuk saya learning is a never ending process. Seseorang tidak mungkin terlalu pintar dalam segala hal. Dengan kembali mengajar ke kampus, saya juga banyak belajar dan terpaksa untuk belajar dari buku, dan juga mahasiswa saya.

Hal ini yang menjadi strong point saya, karena saya selalu terdorong untuk kreatif, updated, dan terdorong untuk menciptakan hal baru.

• Tak kalah penting adalah tidak boleh gengsi-an. Harus bisa melakukan prosesnya end-to-end dari mulai berjualan pentingnya melakukan financial planning, hingga membuat dan memberikan rekomendasi keuangan.

• Integritas dalam bekerja harus dijunjung tinggi. Sekali kita “asal-asalan” atau punya maksud tersembunyi alias tidak independen, maka klien akan kehilangan kepercayaan kepada kita. (CF)

Nama
: Prita Hapsari Ghozie
Pekerjaan : Independent Financial Planner & CEO ZAP Finance
Pendidikan
: SE Akuntansi FEUI, Master of Commerce Uni of Sydney, GradCert Financial Planning FINSIA Australia.
Prestasi : Ernst & Young Scholarship Award 2001

Last Updated on Wednesday, 12 September 2012 14:40
 

Comments  

Assalamu Alaikum kak prita yg baik, saya pengen jadi klien kk gmn caranya? ini no kontak sy 089653664931 FB Nurul Lathifah, Twitter @Lathifah_Romzy

0 minta saranNurul Latifah 2013-01-22 08:34 #

Reply | Reply with quote | Quote

Add comment



Redaksi: redaksi[at]esensi.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: ads[at]esensi.co.id